
Mentari masih menyengat di langit Lam Dingin, Kuta Alam, Banda Aceh, 29 Juli, pukul 14:30. Jalanan berdebu dan riuh oleh suara kendaraan yang lalu lalang.
Tapi di tengah keramaian itu, tim Global Ehsan Relief Indonesia bertemu sosok yang diam-diam mengajarkan makna ketulusan hidup, Pak Fadhli, seorang pengumpul rongsokan.
Ketika bertemu dengan tim GERID, Pak Fadhli sedang sakit. Tetapi ia memilih untuk terus bekerja, agar anak-anaknya bisa bersekolah.
Kami memahami kesulitan yang dihadapi Pak Fadhli. Hari itu, melalui Program Ehsan On The Road, kami memberikan bantuan tunai sebagai bentuk penghargaan bagi Pak Fadhli karena telah terus berupaya di berbagai situasi. Bantuan tunai itu pun, dibelanjakan berbagai kebutuhan seperti beras, telur ayam, dan sebagainya.

Hari itu, Global Ehsan Relief Indonesia hadir melalui program Ehsan On The Road, bukan hanya untuk memberi bantuan. Kami datang untuk menyapa, mendengar, dan hadir, sebagai sesama manusia yang peduli.
Terima kasih Dermawan Ehsan, telah jadi bagian dari perjalanan kebaikan ini.


