
Sejak 2022, Ibu Ndaryanti menjalani peran ganda; menjadi ayah sekaligus ibu bagi dua anak lelakinya yang kini belajar di Ma’had. Kehilangan suami karena sakit menjadi pukulan besar, namun ia memilih untuk tetap berdiri demi masa depan anak-anaknya.
Warung kelontong kecil di rumah menjadi sumber penghidupan utama. Dari sana, beliau menjual es, snack, mie instan, gas tabung dengan volume 3 kg, air galon, minuman dingin, hingga kebutuhan harian seperti sabun dan sampo. Hasilnya? Tak menentu. Hanya Rp25.000 hingga Rp50.000 per hari. Sesekali saja, lebih dari itu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia juga melayani jasa perpanjangan STNK, meski itu berarti harus bekerja lebih panjang setiap harinya.
Padahal, usaha ini bukan hal baru. Sejak 2009, Ibu Ndaryanti sudah mengelola warung kelontong. Dulu, saat suami masih sehat dan bekerja, hasil warung hanya menjadi tambahan. Namun kini, warung itu adalah nyawa ekonomi keluarga.
Melalui Program Ehsan Berdaya, Global Ehsan Relief Indonesia hadir memberikan dukungan modal, dengan harapan, warung kelontong Ibu Ndaryanti bisa lebih berkembang. Bantuan yang Global Ehsan Relief Indonesia berikan memanglah tidak fantastis, tapi semoga bisa bawa dampak baik bagi usaha Ibu Ndaryanti. Bantuan yang diberikan pada Ibu Ndaryanti sebesar kurang lebih 1 juta rupiah, dana tersebut diberikan dalam bentuk alat dan bahan usaha.
Alat dan bahan usaha yang diberikan ke Ibu Ndaryanti berupa:
- Blender (1 set)
- Gelas (1 Lusin)
- Kan/ teko plastik (1 pcs)
- Jumbo tempat air (1 pcs)
- Termos tempat es (1 pcs)
- Termos air panas (1 pcs)
- Cerek untuk merebus air (1 pcs)
- 11 macam jajanan renceng
- Air Mineral 600 ml (1 kardus)

Ibu Ndaryanti membuktikan, meski hidup tak selalu mudah, semangat untuk berjuang demi keluarga tidak pernah padam.
Terima kasih, Dermawan Ehsan, yang telah jadi bagian dari perjalan ini.
Hormat Kami,
Global Ehsan Relief Indonesia




